Total Tayangan Halaman

Minggu, 26 Juni 2011

MEMELIHARA PEMBATIK

Pembatik dari zaman dulu sampai sekarang memang kurang diperhatikan oleh para pengusaha batik, jadi banyak yang hidup dengan uang yang sangat kurang dibanding dengan kebutuhan mereka, apalagi kebanyakan pembatik mempunyai jumlah anak diatas dua anak, alangkah bijak sebagai pengusaha mempertimbangkan kondisi pembatik yang mereka punyai, masih untung apabila pembatik merupakan juga petani, tetapi kebanyakan mereka bukan pemilik lahan taninya tapi merupakan buruh tani, yang semua tahu berapa upah menjadi buruh tani, kebijaksanaan perlu dipunyai oleh setiap pengusaha batik didalam rangka untuk menunjang kesejahteraan pembatik mereka, dampak dari kebijaksanaan apabila konsisten diterapkan, maka kelangsungan generasi pembatik akan terus bermunculan, karena pembatik sekarang sudah sangat jarang mengajarkan kepandaiannya kepada anak anaknya karena faktor rendahnya upah dari pekerjaan membatik.
Jadi tinggal tanggung jawab pengusaha pengusaha batik yang sekarang harus dipertanyakan ataas kelangsungan budaya yang adiluhung ini.

Kamis, 16 Juni 2011

BATIK CELUP

Batik celup memang batik yang paling sulit dalam pengerjaannya, karena batik jenis ini diselesaikan dengan teknik yang sangat kuno, karena dulu semua pembatik setiap kali membikin warna mereka melakukannya dengan teknik celup, ini juga dipengaruhi oleh zat pewarna saat itu, baik natural dyes maupun chemichal dyes yang penggarapannya semua harus melalui teknik celup untuk mnghasilkan warna yang mateng dan kerataan warna. Tetapi teknik ini harus diimbangi dengan kualitas lilin batik yang sempurna karena untuk mencegah retak. Maka jika saat ini, teknik celup diaplikasikan maka harga jual akan cukup mahal, akan tetapi kualitas yang diterima oleh pembeli akan sepadan dengan uang yang telah dikeluarkan, maka jangan raguu , belilah batik celup.

Sabtu, 11 Juni 2011

HARGA MORRI TURUN.... CUMA BASA BASI

Informasi harga morri yang turun tentu disambut gembira oleh para pembatik, tetapi tingkat penurunan yang terjadi apabila dibanding dengan tingkat kenaikan sebelumnya sangat tidak sebanding, sebagai contoh harga morri dengan merk kereta kencana , harga sebelum kenaikan seharga 500 ribuan kemudian harga menjadi 1 juta lebih untuk 1 pis nya jadi kenaikan sudah 100 persen lebih. Sekarang terjadi penurunan harga untuk saat ini tetapi tingkat penurunannya sangat tidak berarti dibanding tingkat kenaikan yang telah terjadi.
Jadi diluar beredar bahwa penurunan kali ini hanya basa basi saja alias bumbu, kenapa basa basi karena pengrajin tentu tidak bisa optimal dalam berproduksi sehingga

Rabu, 20 April 2011

SOS Batik

kenapa SOS, karena bulan bulan ini di tahun 2011 harga kain morri untuk batik sudah naik 100 persen lebih dari mulai kenaikan di akhir 2010 atau awal 2011, sungguh berat bagi pembatik tradisional yang taat menggunakan kain morri jenis terbaik (primissima), ada banyak alasan kenapa kain morri naik, salah satunya harga kapas melambung, kapas kapas dan kapas, memang selama ini kebutuhan Indonesia sebagian besar merupakan kapas import, masih tergantungnya bahan baku morri yaitu kapas maka sangat sulit bagi Bangsa ini untuk memenuhi kebutuhan pokok yaitu sandang untuk rakyatnya, masalah apalagi yang ada hingga pemerintah tidak tau kurang all out untuk mengembangkan kapas di negeri ini, masalah lahan kita punya, masalah bibit kita bisa, terus apalagi ?

Ini PR kita semua.

Rabu, 12 Januari 2011

LILIN ADALAH KUNCI DI BATIK

Lilin batik atau lebih dikenal dengan malam adalah kunci dalam membuat batik dengan kualitas bagus, dengan beberapa alasan mengapa malam menjadi faktor penting di dalam proses pembuatan batik;

1. Batik dalam proses pembuatannya akan selaku diperlakukan tindakan lipat , tekuk dan selalu bersentuhan dengan tangan, hal tersebut diatas menyebabkan malam mengalami keretakan apabila malam tidak mempunyai kekuatan pecah yang tinggi (fatigue).

2. Batik juga sangat dipengaruhi oleh cuaca saat itu karena apabila cuaca dingin, proses membatik dilakukan maka akan beresiko akan terjadinya pecah pada malam yang sudah melekat di kain, ini dapat diantisipasi dengan penambahan bahan bahan berlemak seperti lemak sapi dan minyak goreng, yang kedua bahan tersebut mampu membuat malam menjadi lebih liat.

3. Batik dalam prosesnya membutuhkan waktu pengerjaan yang lama, sehingga jika malam yang digunakan tidak baik maka malam tersebut akan lepas dari kain, untuk mencegah hal ini terjadi maka perlu ditambahkan damar, yang berfungsi sebagai pelekat.

Demikian sedikit pengalaman yang dapat kami share, matur nuwun.

Selasa, 30 November 2010

COBAAN BERAT DI AKHIR TAHUN 2010

"Edan, morri dan lilin ganti harga", cetus para pembatik. Memang akhir tahun 2010 merupakan ujian berat bagi para pembatik di negeri ini, bisa dibayangkan bahan baku utama bagi pembatik yaitu morri dan lilin naik gila gilaan. Banyak pembatik yang belum mau menerima pesanan dengan alasan harga dari morri dan lilin yang belum stabil. Yang sudah terlanjur menerima pesanan harus berunding kembali dengan pemesan untuk merevisi harga, inipun bila pembeli yang mau tahu kondisi yang menimpa para pembatik. Kalau pembeli yang kejam, tentu pembatik harus menanggung pengurangan keuntungan yang seharusnya mereka terima. Saya yakin pengurangan keuntungan yang terjadi sangat signifikan. Memang isu kenaikan morri merupakan imbas dari ketidakmandirian Indonesia di bidang pertanian kapas, dengan harga kapas yang naik di pasaran dunia tentu harga morri di Indonesia akan ikut ikutan naik, kenaikan kapas akhir tahun ini diperkirakan karena negeri negeri penghasil kapas mengalami penurunan produksi sehingga supply kapas dunia berkurang dan tentunya ini menyebabkan harga membumbung tinggi.
Kemudian bahan baku utama lilin yaitu GUM ROSIN (Getah gondorukem) telah diexport karena harga pasaran di luar negeri sangat baik, ini dapat pembatik terima asal supply di pasar dalam negeri dapat disupport oleh Perkebunan Negara ( selaku penghasil getah gondorukem utama) demi kelangsungan para pembatik di Indonesia yang telah menyerap tenaga kerja ratusan ribu. Kelihatannya pemerintah lupa untuk mengutamakan anak bangsa sendiri demi kelangsungan hidup warga negaranya dan agaknya pemerintah lebih terpukau dengan gemerincingan dollar. Semoga pemerintah cepat sadar sebelum rakyatnya satu demi satu menjadi papa di negeri yang disebut zamrud khatulistiwa. Semoga.

Kamis, 25 November 2010

DOUBLE SIDE BATIK

Double side batik atau lebih dikenal BATIK RENGSI (Lengrengan Terusi ) yaitu batik yang dikerjakan pada dua sisi kain morri, matik model begini lah yang seharusnya disebut BATIK, karena batik yang model beginilah yang hasilnya sangat bagus. Batik ini bisa dipakai pada dua sisi kainnya, jadi tidak perlu kuatir jika kita terburu buru memakainya. Tapi memang pengerjaannya yang membutuhkan waktu yang lebih lama.
Dewasa ini, batik yang pengerjaannya dua sisi dan hasil batikannya halus memang digeluti oleh beberapa pengrajin, Alhamdulillah penulis konsisten untuk memegang tradisi Batik Rengsi. Kalau kita renungi secara mendalam, batik model inilah yang mampu menjaga lingkungan didalam keseimbangannya, dengan alasan sebagai berikut; didalam setiap proses pewarnaan pertama dan selanjutnya biasanya dibutuhkan waktu agak lama sehingga lingkungan diantara jeda warna pertama dan kedua mampu menetralisir limbah yang dibuang oleh pengrajin, apabila pengrajin menggunakan warna alam (natural dyes ) tentu tidak usah kuatir, disini dianggap pengrajin menggunakan pewarna kimia (chemichal dyes). Untuk pekerja sendiri, akan ada waktu bagi fisik nya untuk menetralisir zat zat warna yang bersentuhan dengan fisik mereka. Kemudian sumber daya alam yang digunakan dalam batik jenis ini akan sangat hemat dan tidak masif, berbeda dengan batik dewasa ini (batik print dan batik kasaran) yang mebutuhkan sumber daya alam yang boros.
Memang output batik dua sisi sangatlah sedikit untuk tiap bulannya tetapi kalau model batik batik ini digeluti oleh banyak pelaku pembatikan maka peredaran batik ini dipasaran akan melimpah juga. Tentu semua tergantung kemauan pembatik itu sendiri.
Mengenai harga, memang mahal tetapi konsumen akan mendapatkan kualitas batik dengan kualitas pengerjaan tangannya yang tinggi dan tentu saja awet dan enak dipakai.
Maka tinggal bagaimana sekarang para pembatiknya, mau mengikuti selera pasar yang murahan atau pasar yang menghargai pekerjaan tangan serta peduli pada lingkungan.
Tentu kita pilih yang terbaik untuk semua.